menyadari kegunaan dan manfaat informasi. Masyarakat demikian memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengakses dan memanfaatkan informasi serta menjadikan informasi sebagai nilai tambah dalam peningkatan kualitas kehidupan. Masyarakat demikian, salah satunya dicirikan oleh penguasaan terhadap pengetahuan, ketrampilan, dan daya saing tinggi. Karena itulah, maka kemudian variabel pendidikan dan penguasaan ICT menjadi amat penting. Pada hal semua orang tahu, pendidikan di Indonesia kini masih dihadapkan pada tiga masalah besar, yaitu masalah yang berkaitan dengan pemerataan dan perluasan akses pendidikan; peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran pendidikan; dan penguatan tatakelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan. Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau dengan tingkat pembangunan yang berbeda, menyebabkan tidak meratanya kesempatan memperoleh pendidikan dan relative masih rendahnya kualitas dan daya saing keluaran pendidikan. Soekartawi berharap agar keluaran perguruan tinggi bukan saja menguasai technical know-how, tetapi juga punya kemampuan menciptakan, menganalisa dan mentransformasi informasi untuk meningkatkan nilai tambah. Sehingga dengan demikian, tenaga kerja kita mampu menguasai ICT, berpengetahuan tinggi, dan mampu melakukan penyesuaian dengan perubahan global. Oleh karena itu, menurut Soekartawi, setelah dibentuk Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi (Kominfo) pada tahun 2004, selayaknya diikuti dengan kampanye kesadaran pentingnya ICT, pemanfaatan ICT untuk semua sektor, membangun ICT sesuai dengan standar WSIS (The World Summit on the Information Society), dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu bangsa maju berbasis ICT. Di samping sebagai pembicara kunci dalam konferensi tersebut, Prof Dr Soekartawi juga bertindak sebagai Streering Committee bersama 13 orang ahli sistem informasi (ICT) lainnya, seperti Prof Soesianto dan Prof A Djunaedi (UGM), Dr K Suhendro, Dr R Mandala, Dr HS Sastramiharja, Dr Sukrisno, Dr IS Suwardi (ITB), Shandi L Pusposutjipto (Samudera Group), Dr Wahyu Jati (Intel Co), dan Ninok Leksono (Kompas). [Skw] 21 January, 2008
Pendidikan dan ICT Kunci Menuju Knowledge Based-Society
menyadari kegunaan dan manfaat informasi. Masyarakat demikian memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengakses dan memanfaatkan informasi serta menjadikan informasi sebagai nilai tambah dalam peningkatan kualitas kehidupan. Masyarakat demikian, salah satunya dicirikan oleh penguasaan terhadap pengetahuan, ketrampilan, dan daya saing tinggi. Karena itulah, maka kemudian variabel pendidikan dan penguasaan ICT menjadi amat penting. Pada hal semua orang tahu, pendidikan di Indonesia kini masih dihadapkan pada tiga masalah besar, yaitu masalah yang berkaitan dengan pemerataan dan perluasan akses pendidikan; peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran pendidikan; dan penguatan tatakelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan. Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau dengan tingkat pembangunan yang berbeda, menyebabkan tidak meratanya kesempatan memperoleh pendidikan dan relative masih rendahnya kualitas dan daya saing keluaran pendidikan. Soekartawi berharap agar keluaran perguruan tinggi bukan saja menguasai technical know-how, tetapi juga punya kemampuan menciptakan, menganalisa dan mentransformasi informasi untuk meningkatkan nilai tambah. Sehingga dengan demikian, tenaga kerja kita mampu menguasai ICT, berpengetahuan tinggi, dan mampu melakukan penyesuaian dengan perubahan global. Oleh karena itu, menurut Soekartawi, setelah dibentuk Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi (Kominfo) pada tahun 2004, selayaknya diikuti dengan kampanye kesadaran pentingnya ICT, pemanfaatan ICT untuk semua sektor, membangun ICT sesuai dengan standar WSIS (The World Summit on the Information Society), dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu bangsa maju berbasis ICT. Di samping sebagai pembicara kunci dalam konferensi tersebut, Prof Dr Soekartawi juga bertindak sebagai Streering Committee bersama 13 orang ahli sistem informasi (ICT) lainnya, seperti Prof Soesianto dan Prof A Djunaedi (UGM), Dr K Suhendro, Dr R Mandala, Dr HS Sastramiharja, Dr Sukrisno, Dr IS Suwardi (ITB), Shandi L Pusposutjipto (Samudera Group), Dr Wahyu Jati (Intel Co), dan Ninok Leksono (Kompas). [Skw]
Diposting oleh
Guspudji
di
11:16 AM
0
komentar
07 November, 2007
Etika Profesi Tenaga Teknik Komputer dan Jaringan
Istilah profesi adalah suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai.

Dengan keahlian saja yang diperoleh dari Sekolah Menengah Kejuruan, juga belum cukup untuk menyatakan suatu pekerjaan dapat disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek dalam pelaksanaanya. Penguasaan teknik intelektual yang merupakan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek.
Maka orientasi utama profesi adalah untuk kepentingan masyarakat dengan memanfaatkan keahlian yang dimiliki. Akan tetapi tanpa kesadaran diri yang tinggi, profesi dapat dengan disalahgunakan oleh seseorang. Sebagai contoh seperti penyalahgunaan profesi seseorang yang bekerja dibidang komputer misalnya, pada kasus kejahatan komputer yang berhasil mengcopy program komersial untuk diperjualbelikan tanpa ijin dari pencipta atas program yang dikomersilkan itu.
Sehingga perlu ada pemahaman atas etika profesi dengan memahami kode etik profesi.
Oleh Sebab itu, Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Sandikta berinisiatif memberi materi penunjang pada peserta didik khususnya pada Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) .
Materi Penunjang ini memang tidak ada dalam kurikulum namun materi ini sangat penting diberikan untuk membekali peserta siswa tidak mengalami kendala dalam dunia kerja secara nyata dan pasti akan dihadapi. Adapun beberapa materi yang akan diberikan kepada siswa Jurusan Teknologi Komputer dan Jaringan adalah sebagai berikut :
- Apresiasi Komputer
- Khazanah Seputar Profesi di Bidang IT (Information Technology)
- Tip dan Trik Perakitan dan finishing Tools
- Workshop Utility Program Assembly dan Tutorial Flash
2. Bagi Kelas II TKJ 1,2
Instruktur : Bp. Agus Pudjiarto, ST - Heri Supriatna, S.Kom
- Etika Profesi seorang Tenaga Technical Support
- Khazanah seputar Prakerin, Magang, Onthe Job Training, dan Learning by Doing
- Kiat-kiat dan tata cara kerja Technical Support
3. Bagi Kelas III TKJ
Instruktur : Bp. Gita Busisa Basri, ST - Agus Pudjiarto, ST
- Seputar Security Jaringan (Network Security System)
- Hacking, Cracking trik (Hacking and Cracking)
- Etika Profesi seorang Tenaga Administrator Jaringan
- Tip dan Trik menghadapi Uji Kompetensi Nasional (UKN)
- Bimbingan Penyusunan Proposal Tugas Akhir
Mudah-mudahan materi penunjang tersebut , bisa dirasakan manfaatnya nanti setelah siswa lulus dan memasuki Dunia Kerja/ Dunia Industri Sesungguhnya. Karena ide materi ini tidak lain karena sebuah pengalaman yang berharga dari penulis, ketika bekerja sebagai Administrator dan Network -Technical Support dan juga pada saat menjadi Manager Operasional pada perusahaan IT baik Asing maupun perusahaan IT Dalam Negeri.
Regards, Buat Semua Siswa TKJ.... Sandikta
We are not the first, but the Best...!!
Salam :
Guspudji
Diposting oleh
Guspudji
di
5:32 PM
1 komentar
05 September, 2007
AKU IBA MELIHAT ANAK SANDIKTA
Saya sedih melihat sebagian anak-anak sandikta,terutama yang laki-laki. Setiap ada waktu kosong alias istirahat mesti ada yang duduk-duduk di Warteg dan dengan santainya merokok. Karena posisi di luar jangkauan guru, kadang tidak sempat terawasi perilaku tersebut.Tahukah anda bahwa merokok sangat berbahaya dan tanpa disadari anda telah memasukan racun nikotin ke dalam tubuh anda.
Yang Lebih berbahaya lagi, orang yang tidak merokok menghisap asapnya.
Mungkin anda sudah tahu bahwa menghisap asap rokok orang lain di dekat anda lebih berbahaya bagi anda daripada bagi si perokok itu sendiri. Asap Utama adalah asap rokok yang terhisap langsung masuk ke paru-paru perokok lalu di hembuskan kembali. Asap Sampingan adalah asap rokok yang dihasilkan oleh ujung rokok yang terbakar.
Masalahnya adalah, udara yang mengandung asap rokok, dan anda hisap, akan mengganggu kesehatan, karena asap rokok mengandung banyak zat-zat berbahaya, diantaranya :
TAR Mengandung bahan kimia yang beracun, dapat merusak sel paru-paru dan meyebabkan kanker.
KARBON MONOKSIDA (CO) Gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.
NIKOTIN Salah satu jenis obat perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah, nikotin membuat pemakainya kecanduan.
Diposting oleh
Guspudji
di
5:26 PM
1 komentar